Setiap ku buka mata dan ku hirup udara pagi dengan secangkir getir berharap menjadi tegukan terakhir pagi yang kesekian kali
ku nikmati meski rintik hujan selalu membasahi..
tiupan bayu menelusup masuk kedalam lubuk jiwa menggoyangkan rerumputan kering kalbu.. memberikan kesejukan yang tiada dua..
menghiburku yang selalu menanti pagi
Aku terlena dibuai pagi..
setangkup embun kutadah setiap hari..
demi tinggalkan malam kelam agar tak mengusik berisik ..menggugahku dari kesejukan sang pagi..
tak kusangka senyum kegigihanmu terpancar di bibir mentari.. menyemangatkanku menutup malam kelabu,, hangat cahaya kasihmu sentuh nadi dan jiwaku.. setangkup haru menyelinap hinggap di lubuk kalbuku, menguapkan asap beraroma cinta yang embun-embunya membuncah tak tercegah
memenuhi kelopak mata membentuk danau pada lengkungnya
Tersenyum kini aku..
memekar bunga-bunga ditaman hatiku menyapa hadirmu
Ku tahu sejak lama ku hanya menanti pagi.. meski aku tak pernah terlihat dimata indah sang pagi..
Tak ku sangka Tuhan hadirkan aku mentari.. yang tak menjanjikan keindahan namun bersamamu kengatan itu akan selalunya kurasakan..
Karena keindahan tak kan selamanya menjadi milik pagi melainkan karena kamu
mentari..
mentari..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar