Sentuhan mentari masih kurasa dingin meringin
Tak pernah ku terka apa yang ingin disampaikannya
Dan ku hanya terpaku menanti senja
Sunyi, sepi tiada bermakna
Hariku.. berlalu
Masih menanti dan menunggu
Akankah senja datang membawakan bintang
Ataukah ia menghitam hanya untuk menghadirkan malam
Entahlah..aku dalam kegalauan dan kebimbangan dalam diam
Sebelum engkau datang
Seteguk cahaya bulan yang seharusnya mampu menyejukkan dinding-dinding hati
Masih kurasa hampa tiada arti
Aku seperti pena kehilangan tinta
Yang pasti merana tanpa adanya cinta
kini kau tlah datang
atas nama cinta teragung_Nya kau lepas bimbang
menjemputku tanpa ragu,
menjadikan cintamu halal dimata manusia dan Rabb ku
jika kini sunyi masih menjadi puisi, ku pastikan sepi tak lagi menjadi rotasi
akan selalu ada namamu mengisi lembaran hariku dengan cerita indah sang pena berisikan tinta kasih
melukis manis setiap puisi cinta tentang kisah kasih sang kekasih..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar