Minggu, 26 Februari 2012

Menghitung hari



Tik tok tik tok.!!
Jarum waktu terus melaju
Begitu tajam derap langkahnya mengejarku
aku mulai menghitung detaknya  sejalan debaran jantungku meledak-ledak tak karuan
tik tok tik tok.!!
aduh aku was-was aku bimbang aku pincang
derap langkahnya  kian mengguncang
mendekat, makin dekat dan semakin dekat
kemana aku berlari ?
ah tidak
ini yang ku tunggu .. mengapa aku berlari ?
aku tak ingin sembunyi
aduh bagaimana ini..?
sehari lagi, satu jam lagi, satu menit lagi..

lagi-lagi kau lagi
datangkan tenang
berikan setangkai cinta seikat sayang
menjabat tanganku erat
menyeka kecemasanku melebur beku rindu

“ini sesaat sayang
untuk sebuah rasa yang kan abadi dalam ridho_Nya”

caramu selalu bisa sentuh hatiku
laju waktu ku rasa berubah sendu mendayu
debaranpun perlahan samar terkendalikan

kini kau dan aku satu hati menghitung hari
mengubah debaran-debaran yang ada menjadi nyanyian merdu sang jemari

Jumat, 24 Februari 2012

Puisiku kini terbebas


Suatu masa saat aku mencintai puisi
Aksara mengembang memenuhi dada mengguncang
aku pernah ingin melepaskan puisi
tentang seseorang yang akan selalu setia menjadi inspirasi
namun aku masih di kecam waktu..
mencegahku melepas aksara dalam dada beku
menantikan hadirmu, menunggu kesungguhanmu
kini masanya usai penantianku
mendung tersibak, luka terpiak  
puisiku mencuat muncrat tinggi ke udara melambung,
bait-baitnya pun menggelembung
menari dan berimaji lepas berkat cinta yang telah apik kita kemas

Mentari itu kamu

Mentari itu kamu

Menghangat semesta tanpa ucap sepatah kata
Hanya cahayanya melukis ketulusan
Tak berkata namun kurasakan
ia yang slalu dinanti jutaan embun di hijau kuncup daun menari menciptakan kilauan-kilauan
Mungkin itu cara semesta ungkapkan cinta
Seperti caramu mencintaiku tulus dan sepenuh hati

Kamis, 23 Februari 2012

Di Gerbang Kebahagiaan


Dibalik gerbang itu tempat kau dan aku
Menjalin kasih membangun istana syair sendu selasih
Aku tepukau di taman impian,, menyaksikan kupu-kupu merah menari lincah menjemput kita di gerbang kebahagiaan yang pernah di janjikan
Kesungguhanmu membuka jalan,
Kau raih tanganku,, kurasakan tulusnya genggamanmu,,

kita berlari melintasi bunga-bunga  di taman mimpi
Kau dan aku bersama melangkah 
meniti tangga-tangga pintu bahagia. senyum kita merangkum asmara, berhujat aksara di kelopak seroja,, menanti kita menangkap dan menyulap bulir menjadi syair, menembang cinta  di istana hati kita

Rabu, 22 Februari 2012

keindahan tak selamanya milik pagi


Setiap ku buka mata dan ku hirup udara pagi dengan secangkir getir berharap menjadi tegukan terakhir pagi yang kesekian kali
ku nikmati meski rintik hujan selalu membasahi..  
tiupan bayu menelusup masuk kedalam lubuk jiwa menggoyangkan rerumputan kering kalbu.. memberikan kesejukan yang tiada dua.. 
menghiburku yang selalu menanti pagi

Aku terlena dibuai pagi.. 
setangkup embun kutadah setiap hari..
demi tinggalkan malam kelam agar tak mengusik berisik ..menggugahku dari kesejukan sang pagi.. 

tak kusangka senyum kegigihanmu terpancar di bibir mentari.. menyemangatkanku menutup malam kelabu,, hangat cahaya kasihmu sentuh nadi dan jiwaku.. setangkup haru menyelinap hinggap di lubuk kalbuku, menguapkan asap beraroma cinta yang embun-embunya membuncah tak tercegah 
memenuhi kelopak mata membentuk danau pada lengkungnya

Tersenyum kini aku..
memekar bunga-bunga ditaman hatiku menyapa hadirmu
Ku tahu sejak lama ku hanya menanti pagi.. meski aku tak pernah terlihat dimata indah sang pagi..
Tak ku sangka Tuhan hadirkan aku mentari.. yang tak menjanjikan keindahan namun bersamamu kengatan itu akan selalunya kurasakan..

Karena keindahan tak kan selamanya menjadi milik pagi melainkan karena kamu
mentari.. 

Senin, 20 Februari 2012

Kehadiranmu











Sebelum engkau datang
Sentuhan mentari masih kurasa dingin meringin
Tak pernah  ku terka apa yang ingin disampaikannya
Dan ku  hanya terpaku menanti  senja
Sunyi, sepi tiada bermakna
Hariku.. berlalu
Masih menanti dan menunggu
Akankah senja datang membawakan bintang
Ataukah ia menghitam hanya untuk menghadirkan malam
Entahlah..aku dalam kegalauan dan kebimbangan dalam diam
Sebelum engkau datang
Seteguk cahaya bulan yang seharusnya mampu menyejukkan dinding-dinding hati
Masih kurasa hampa tiada arti
Aku seperti pena kehilangan tinta
Yang pasti merana tanpa adanya cinta

kini kau tlah datang
atas nama cinta teragung_Nya kau lepas bimbang
menjemputku  tanpa ragu,
menjadikan cintamu  halal  dimata manusia dan Rabb ku
jika kini sunyi masih menjadi puisi, ku pastikan sepi tak lagi menjadi rotasi
akan selalu ada namamu mengisi lembaran hariku dengan cerita indah sang pena berisikan tinta kasih
melukis manis setiap puisi cinta tentang kisah kasih sang kekasih..


Senin, 30 Januari 2012

sebab cinta ciptakan kata


Selalu ada puisi untuk cinta
entah payah entah lelah
kata selalu setia merangkumnya
sekian nama berbaris manis
menunggu inspirasi menjemput satu di antaranya
dan di pilih nama mu untuk ku tulis

kertas kehidupan telah siap tergoreskan
tersenyumlah maka pena pun melangkah
menari dengan gemulainya
meninggalkan tinta sebagai jejak cerita
dan jadilah ia bait-bait puisi bernuansa cinta